Sukabumi, 4 September 2025 — Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat berhasil menggelar perayaan ulang tahun Desa atau Milangkala ke-44 pada Minggu, 31 Agustus 2025. Milangkala sendiri berasal dari kata “milang” yang berarti menghitung, dan “kala” yang berarti waktu. Artinya Milangkala adalah menghitung waktu atau ulang tahun. Acara ini bertemakan “Ngindung Ka Waktu, Mibapa Ka Zaman” yang artinya tidak melupakan masa lalu dan desa yang bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman, dalam kata lain menjaga sejarah dan membangun kemajuan desa.

Dokumentasi Milangkala Desa Cipeuteuy. Minggu (31/08), Foto: Pemerintahan Desa Cipeuteuy.
Kepala Desa Cipeuteuy, Bapak Purnama Wijaya menyampaikan sambutan pada acara Milangkala ke-44 ini, “Tema ini adalah cerminan dari semangat desa, kita harus mampu memelihara nilai-nilai luhur dan sejarah yang telah diwariskan, namun pada saat yang bersamaan kita juga harus beradaptasi dan berinovasi untuk mencapai kemajuan bersama”. Begitu juga salah satu perwakilan dari Pemerintahan Desa dari Sekretaris Desa yaitu Pak Pandi Baskara, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta karnaval, “Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya 37 RT yang telah berpartisipasi aktif. Semangat kebersamaan ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan di Desa Cipeuteuy”. Acara dilakukan selama dua hari dengan berbagai rangkaian kegiatan. Di hari pertama, terdiri dari kegiatan jalan sehat, bazar ekonomi, turnamen mobile legend, lomba solo vokal, dan parade band. Pada hari kedua, terdiri dari kegiatan karnaval, upacara Milangkala, pemberian penghargaan dan cinderamata untuk para mantan kepala desa.
Acara Milangkala ke-44 Desa Cipeuteuy dilaksanakan di lapangan luas di Kampung Cipeuteuy RT.007 RW. 004, Desa Cipeuteuy, tepatnya karena acara ini dihadiri ribuan masyarakat lokal Desa Cipeuteuy dari 6 dusun yaitu Dusun Pandan Arum, Dusun Leuwi Waluh 1, Dusun Leuwi Waluh 2, Dusun Arendah, Dusun Cisarua, dan Dusun Cipeuteuy.
Perayaan Milangkala ke-44 ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga jadi ajang penampilan kreasi seni Sunda seperti pencak silat, jaipong, debus, dan wayang golek oleh masyarakat setempat, mempererat silaturahmi, hingga pembagian hadiah yang menambah antusias masyarakat. Perayaan ini juga menjadi pengingat bahwa perkembangan dan kemajuan desa adalah hasil kerja sama seluruh masyarakat lokal, diharapkan perayaan Milangkala ini menjadi energi baru bagi Desa Cipeuteuy dalam melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai budaya lokal.
Author: Rio Leonardi, Vanesa Rafael Rahmadani, Sharen Angeline Winarto
Sumber : SelarasOnline.com Milangkala Ke-44 Desa Cipeuteuy Kabandungan
